Awal kunjungan strategis Mahasiswa LSPB UKIM di Jemaat GPM Tifure

Awal kunjungan strategis Mahasiswa LSPB UKIM di Jemaat GPM Tifure

Senin, 3 November tepat pukul 02.00 WIB dini hari, 13 mahasiswa Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Maluku ( UKIM ) tiba di Jemaat GPM Tifure. Kedatangan mereka ini bukan sekedar kunjungan, melainkan bagian integral dari Laboratorium Sosial dan Pengalaman Berteologi (LSPB) —sebuah muara dari seluruh proses belajar-mengajar sesuai kurikulum pendidikan teologi UKIM.

​Di Tifure, para mahasiswa ini akan belajar mengalami, mengamati, mengkaji, dan menganalisis secara langsung berbagai masalah sosial dan pergumulan teologis di tengah jemaat. Program live in di Jemaat GPM Tifure ini merupakan kelanjutan dari pengalaman mereka sebelumnya di Kamal, dan direncanakan masyarakat akan berakhir pada Januari mendatang, berteologi bersama pelayan dan pelayan di Pulau Tifure.

​​Selasa, 4 November, menjadi hari perkenalan yang strategis. Para siswa mengawali langkah mereka dengan melakukan kunjungan formal ke Pemerintah Kelurahan Tifure dan Pante Sagu. Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen untuk melaporkan diri sekaligus membangun kerja sama; menempatkan pemerintah sebagai mitra gereja yang akan membantu kelancaran tugas-tugas mahasiswa di kedua kelurahan tersebut.

​Selain itu, kunjungan juga dilakukan ke SD GPM Tifure dan PAUD REVIVAL Jemaat GPM Tifure. Di institusi pendidikan milik GPM, para siswa bertekad menjadi mitra bagi para guru dan tutor. Tujuannya adalah belajar dan berbagi bersama demi meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak di sana.

​Semangat kolaborasi ini juga dibawa ke ranah ekumenis. Mereka akan diagendakan mengunjungi Gembala Sidang GKPMI Eklesia Pante Sagu dan Wakil Ketua Majelis Jemaat Pos Pelayanan GMIH Exodus Tifure dalam upaya membangun kemitraan lintas gereja yang kokoh.

​Untuk memahami akar budaya dan tradisi lokal, para siswa juga akan bertemu dengan Ketua dan perangkat adat Suku Wayoli dan Loloda. Pengenalan budaya ini diharapkan akan mempermudah siswa dalam menjalani pelayanan dan menginternalisasi konteks masyarakat setempat.

​​Ketiga belas mahasiswa ini telah dibagi ke dalam delapan unit pelayanan dan ditempatkan di rumah-rumah jemaat, tinggal bersama “orang tua baru” mereka. Mereka adalah: Justus A. Kastanya, Febiyen Lessy, Shalsa Sharon Sasabone, Herlina P. Untajana, Frilia. Berhitu, Nona W Mapusa, Marisa Ulemlem, Kivel Kilyon Tenga, Melvi de Fretes, Julita Sepurlira, Aldersina Yuliana Isran, Jeannike M de Fretes, dan Thessalonika Sabrina Reskir.

​Penempatan ini menorehkan sejarah baru bagi Gereja Protestan Maluku (GPM) dan UKIM. Untuk pertama kalinya, mahasiswa UKIM Ditempatkan di wilayah paling utara pelayanan GPM hingga minggu kedua Januari tahun 2026.

​Di sana, para calon pelayan ini akan memulai pelayanan nyata:

  • ​Berteologi bersama jemaat dan mengalami pergumulan mereka.
  • ​Menganalisis dan berefleksi sebagai jawaban iman.
  • ​Mengatasi masalah dengan bekal ilmu yang telah mereka jalani hingga semester akhir.
  • Memimpin ibadah demi pembangunan Tubuh Kristus .

serupa pesan inspiratif dari mantan Ketua Sinode GPM, Pdt. Elifas Tomix Maspaitela: “Para hamba-hamba-Nya pergi dan menemukan Tuhan di jemaat-jemaat yang diutus-Nya.”

​Selamat menemukan Tuhan dalam LSPB di Jemaat GPM Tifure, di laut yang luas dan tanah berkat.

Editor : Admin

Penulis : FT