
Tiga belas mahasiswa Fakultas Teologi UKIM dalam program LSPB di Jemaat GPM Tifure sementara melakukan rangkaian tugas akademis-praktis intensif selama satu minggu sejak kehadiran mereka 3 November lalu. mereka terlibat aktif dalam pelayanan, mulai dari ranah pendidikan dan pastoral, hingga administrasi gerejawi dan pengembangan tata kelola.
Fokus Utama: Penguatan Pendidikan dan Pembinaan Warga
Keterlibatan pelajar selama seminggu memberikan dampak yang baik pada sektor pendidikan dan pelatihan warga gereja:
- Asistensi Pendidikan Sekolah: Sepanjang minggu, siswa menjadi bagian dari SD GPM Tifure dan PAUD Revival. Kehadiran mereka diapresiasi para guru dan mentor PAUD karena mampu untuk membantu kesiapan belajar, sekaligus mempersiapakan perayaan natal SD dan PAUD yang akan dilakukan pada tanggal 3 Desember nanti.
- Pengajar Katekisasi: Mengambil peran sebagai pengajar katekisasi akan membantu calon sidi jemaat memahami dasar-dasar iman Kristen dan ajaran gereja secara komunikatif sesuai buku ajar kattekisasi.
- Liturgi dan Sekolah Minggu: Mahasiswa tidak hanya mengajar di sekolah, tetapi juga mengabdi dalam memimpin ibadah minggu serta mengajar di Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil. Pelayanan ini menjadi sarana latihan kepemimpinan spiritual dan teknik komunikasi firman bagi berbagai kelompok pembinaan di jemaat, dalam ibadah-ibadah Sektor, unit, wadah, Warga Gereja Senior dan Organisasi AMGPM
Pendalaman Pastoral dan Tata Kelola Gereja
Selain pendidikan, mahasiswa juga memperoleh pengalaman praktis dalam aspek pastoral dan administrasi.
- Observasi Pastoral Nikah: Sebagai bagian dari pendalaman studi pastoral. Mahasiswa mengikuti observasi penggembalaan pernikahan. Pengalaman ini memberikan pemahaman langsung mengenai dinamika bimbingan pranikah dan pendampingan keluarga dalam konteks pelayanan jemaat.
- Penguatan Administrasi: Mahasiswa berperan dalam memastikan akurasi data jemaat dengan menyelesaikan tugas pembaruan data MSIPT dan membantu evaluasi program serta penyusunan laporan pertanggungjawaban bagi tugas-tugas mereka dengan memberikan solusi dan kontribusi bagi persoalan-persoaln yang ditemukan dalam pelayanan.
- Kontribusi Tata Kelola: Dalam kerangka pengembangan kelembagaan, mahasiswa ikut serta dalam evaluasi Majelis Jemaat, sambil belajar menjadi pemimpin pelayan pada waktunya.
- Pelatihan Musik Gerejawi: Sebagai persiapan ibadah, mahasiswa juga mendampingi prokantor, singers dan melatih paduan suara pemuda, untuk persiapan ibadah minggu dan pernikahan.
Rangkaian kegiatan ini menegaskan komitmen tiga belas mahasiswa LSPB dalam menerapkan pembelajaran mereka di kampus. Keterlibatan aktif dalam aspek pendidikan, liturgi, pastoral, administrasi, hingga musik gerejawi, tidak hanya meringankan beban tugas jemaat, tetapi secara fundamental memperkaya kompetensi mereka sebagai calon pelayan yang siap terjun langsung dalam konteks pelayanan gereja yang nyata.
Penulis : FT
Editor : Admin







